Kami telah mengaudit neraca PT Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2019 dan 2020 dan laporan rugi-laba, perhitungan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan tersebut berdasarkan proses audit yang kami lakukan.
Kami melaksanakan auditing berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mewajibkan kami untuk merencanakan dan melaksanakan auditing agar kami memperloleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah jadi yang material. Suatu proses audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bahan bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen perusahaan, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas tersaji secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2019 dan 2020, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
1. Karakteristik Laporan Hasil Audit SI
yang Baik
Laporan hasil pemeriksaan hendaknya mempunyai makna penting dan sungguh – sungguh diperlukan dan hasilnya bermanfaat bagi pimpinan, auditee ataupun auditor itu sendiri.
Laporan hasil audit disusun dan didistribusikan tepat waktu.
- Ketepatan dan kecukupan bukti pendukung
- Temuan yang dicantumkan pada laporan hasil pemeriksaan mempunyai sifat meyakinkan.
- Laporan disajikan jelas dan sederhana
- Laporan disajikan secara ringkas dengan bahasa yang lugas dan lengkap.
- Laporan hasil pemeriksaan harus menyajikan temuan dan rekomendasi dengan nada konstruktif.
A. Penyajian Intisari Hasil Audit
Memuat hal – hal :
Temuan dan kesimpulan secara singkat dan jelas.
Saran dan rekomendasi (gunakan kalimat yang singkat dan jelas, gunakan kata – kata yang sederhana dan tidak bersifat teknis,gunakan sub judul, garis bawahi ungkapan yang penting,memberikan motivasi)
B. Penyajian Uraian Hasil Audit
Informasi Umum, disajikan dengan tujuan untuk menyediakan informasi bagi pembaca tentang program atau kegiatan yang diaudit dan sifat audit
Dibagi menjadi beberapa sub bagian yaitu informasi mengenai sifat kegiatan audit, informasi tentang kegiatan yang diaudit,pernyataan2 pengimbang,informasi sifat kegiatan audit.
Informasi Sifat Audit
- Sifat audit (audit keuangan,audit operasional, atau audit khusus).
- Ruang lingkup audit,periode
- Penjelasan keterbatasan dan ungkapan bila ada pembatasan
- Lokasi audit
Tahapan Analisis Risiko
Analisis risiko adalah elemen dari manajemen risiko yang didalamnya memiliki tahapan, berikut diantaranya:
• Pertama adalah mengenali dan memikirkan segala probabilitas dari sebuah kejadian, peristiwa dan kondisi dari yang paling buruk mulai dari sisi internal dan eksternal.
• Pastikan keterkaitan antara sebab akibat dengan skala, peluang kejadian dan probabilitas efeknya.
• Evaluasi segala efek yang ada di bawah anggapan dan kemungkinan yang berbeda.
• Implementasikan metode kuantitatif dan kualitatif untuk meminimalkan kemungkinan bahaya lain dari biaya yang membengkak, kerugian, kecelakaan dsb.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tasikmalaya termasuk pada klasifikasi Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan. SIMRS pada RSUD Kota Tasikmalaya sudah didukung oleh Teknologi Informasi (TI) berupa infrastruktur (perangkat komputer, server dan jaringan), sistem aplikasi beserta basis data. Sistem aplikasi yang sudah digunakan terbatas pada lingkup sistem untuk pelayanan kesehatan terhadap pasien, terutama sistem administrasi pembayaran. Dari hasil studi pendahuluan ditemukan bahwa sistem aplikasi untuk pelayanan kesehatan terhadap pasien di RSUD Kota Tasikmalaya masih terkendala oleh lambatnya proses Sistem Informasi (SI) yang menyebabkan pasien harus menunggu lama dalam memperoleh layanan. Lamanya proses SI sering menyebabkan pasien harus antri cukup lama dalam memperoleh layanan. Layanan data dari SI juga sering dikeluhkan pasien karena ketidaksesuain dengan tagihan yang dikenakan kepada pasien saat membayar di kasir. Penyebab terjadinya kesalahan dan keterlambatan pemrosesan yang ada pada SI tersebut belum diketahui dengan pasti.
Guna membuat rekomendasi pengembangan SI dibutuhkan pengetahuan mengenai tingkat kematangan SIMRS saat ini di RSUD Kota Tasikmalaya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat disimpulkan bahwa RSUD Kota Tasikmalaya dituntut untuk melakukan audit SIMRS, terutama pada lingkup sistem pelayanan kesehatan terhadap pasien. Atas dasar itu, solusi yang ditawarkan adalah audit sistem informasi menggunakan framework COBIT 4.1.
Alasan dipilihnya framework COBIT 4.1, karena memberikan gambaran paling detil mengenai strategi dan kontrol dalam pengaturan proses teknologi informasi yang mendukung keselarasan strategi bisnis dan tujuan teknologi informasi.
Bagi auditor, manfaat COBIT 4.1 adalah membantu dalam mengidentifikasi isu-isu kendali TI dalam infrastruktur TI perusahaan. Hal ini juga membantu auditor dalam memverifikasi temuan audit.
Penentuan ruang lingkup audit dilakukan dengan cara mengidentifikasi tujuan strategi RSUD Kota Tasikmalaya melalui implementasi Balanced Scorecard.
Setelah mengetahui tingkat kematangan dari proses TI COBIT 4.1 yang menjadi cakupan audit, selanjutnya dilakukan analisis kondisi yang terjadi dari masing-masing atribut kematangan. Analisis kondisi dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung, dimana peneliti mengadakan pengamatan langsung ke lapangan untuk memperoleh data atau informasi yang akurat mengenai kondisi SIMRS yang diimplementasikan RSUD Kota Tasikmalaya.
Sebagai tindak lanjut dari pendefinisian usulan rekomendasi perbaikan, perlu dilakukan pedoman pengawasan dalam bentuk indikator pengukuran. Hal ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana proses peningkatan kematangan sudah dilakukan.
Adanya penelitian lain mengenai audit SIMRS menggunakan metode Balanced Scorecard(BSC) dengan perspektif lainnya (keuangan, proses bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan) sehingga cakupan audit (proses TI terpilih COBIT 4.1) menjadi lebih luas.
Standar Audit SI tidak lepas dari standar professional seorang yang auditor SI. Standar professional adalah ukuran mutu pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. Standar profesional adalah batasan kemampuan (knowledge, technical skill and proffesional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seseorang aturan-aturannya dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan.
Risiko merupakan situasi yang tidak menentu mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dalam memutuskan segala kemungkinan yang dipikirkan pada masa ini. Sementara itu manajemen risiko adalah upaya rasional yang bertujuan untuk meminimalkan probabilitas kerugian dari risiko yang sedang dihadapi. Dalam menanggulanginyaperlu adanya analisis risiko.
Analisis risiko adalah metode untuk mengukur dan mengidentifikasi variable yang bisa mengancam atau mencederai sebuah kesuksesan sebuah acara, proyek, rencana, program maupun bisnis dalam meraih tujuan.
Selain itu analisis risiko juga merupakan cara analisis yang terdiri dari aspek pengukuran, klasifikasi, komunikasi, kebijakan dan manajemen yang berhubungan dengan resiko yang sedang dihadapi.
Metode analisis resiko disa digunakan untuk mencegah segala alasan, faktor dan variable yang bisa menghalangi sebuah aksi dalam mencapai tujuan yang diinginkan oleh individu, organisasi maupun kelompok.
1. Umum
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk mebedakan risiko minor yang dapat diterima dari risiko mayor, dan untuk menyediakan data untuk membantu evaluasi dan penanganan risiko. Analisis risiko termasuk pertimbangan dari sumber risiko, dan konsekuensinya. Faktor yang mempengaruhi konsekuensi dapat terindetifikasi. Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan estimasi konsekuensi dapat terindentifikasi. Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan estimasi konsekuensi dan perhitungan terdapatkan program pengadilan yang selama ini sudah dijalankan.
Analisis pendahuluan dapat dibuat untuk mendapatkan gambaran seluruh risiko yang ada. Kemudian disusun urutan risiko yang ada. Risiko-risiko yang kecil untuk sementara diabaikan dulu. Prioritas diberikan kepada risiko-risiko yang cukup signifikan dapat menimbulkan kerugian.
Menetapkan / Determinasi Pengendalian Yang Sudah Ada
Identifikasi manajemen, sistem teknis dan prosedur-prosedur yang sudah ada untuk pengendalian risiko, kemudian dinilai kelebihan dan kekurangannya. Alat-alat yang digunakan dinilai kesesuaiannya. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan misalnya, seperti inspeksi dan teknik pengendalian dengan penilaian sendiri/ professional judgement (Control Self-Assessment Techniques/ CST).
(1) Mengamankan asset
Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang sangat penting.
(2) Menjaga integritas data
Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.
(3) Menjaga efektivitas sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
(4) Mencapai efisiensi sumber daya
Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.
Dari alasan dan tujuan tersebut sangat jelas bahwa penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan audit sistem informasi guna melihat kembali apakah sistem yang berjalansudah tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Terlihat mudah namun percaya atau tidak penulis menemukan masih banyak organisasi yang belum dengan secara konsisten melakukan audit serta evaluasi terhadap sistem yang digunakan meskipun secara sadar bahwa investasi yang ditanamkan tidak dalam jumlah yang kecil, namun ironisnya yang justru terjadi adalah audit dan evaluasi baru mulai secara rutin dilakukan setelah organisasi merasakan resiko dan baru mulai mencari tahu penyebabnya.
Ajie Setiawan Putra
M. Fajar sakti
M. Farhan zain
M. Haekal
M. Ridho sanggoro
1. Artikel : Pentingnya audit SI bagi suatu organiasasi
Ron Weber dalam salah satu bukunya "Information System Control and Audit (Prentice-Hall, 2000)" menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit Sistem infrmasi perlu dilakukan dalam suatu perusahaan:
- Mencegah kerugian akibat kehilangan data
- Menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan
- mencegah timbulnya masalah yang di sebabkan oleh kesalahan pemrosesan komputer
- mencegah penyalagunaan komputer/sistem
- mencegah kesalahan pada proses perhitungan
- mengurangi biaya investasi untuk perangkat keras dan perangkat lunak komputer pendukung sistem informasi
Dalam lingkup perusahaan, audit sistem informasi dapat ditujukan untuk mengamankan aset-aset perusahaan, menjaga integritas data, menjaga efektivitas sistem, dan mencapai efesiensi sumber daya. mengamankan aset yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup : perangkat keras(hardware), perangkat lunak(software), manusia(people), file data, dokumentasi data yang memenuhi aspek kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian.
Data yang berntegrasi merupakan langkah awal yang penting untuk mendapatkan hasil yang akurat. Sistem informasi dikatakan efektif hannya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Sistem informasi harus memberikan output berupa informasi yang diperlukan oleh pemegang keputusan. Penilaian efektivitas mengukur apakah kinerja sistem layak dipertahankan, harus ditingkatkan atau perlu dimodifikasi, atau sistem sudah usang, sehingga harus ditinggalkan dan dicari penggantinya. Efisiensi sistem informasi juga harus diuku untuk menghasilkan output yang diharapkan dengan sumber daya yang seminimal mungkun.
1. Artikel : Pentingnya audit SI
bagi suatu organiasasi
1.Ron Weber dalam salah satu bukunya “Information System Control
and Audit (Prentice-Hall, 2000)” menyatakan beberapa alasan penting mengapa
audit Sistem Informasi perlu dilakukan dalam suatu perusahaan:
1.Mencegah kerugian akibat kehilangan data
2.Menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan
3.Mencegah timbulnya masalah yang disebabkan oleh kesalahan
pemrosesan computer
4.Mencegah penyalahgunaan komputer / sistem
5.Mencegah kesalahan pada proses perhitungan
6.Mengurangi biaya investasi untuk perangkat keras dan perangkat
lunak komputer pendukung sistem informasi
Dalam lingkup perusahaan, audit sistem
informasi dapat ditujukan untuk mengamankan aset-aset perusahaan, menjaga integritas
data, menjaga efektivitas sistem, dan mencapai efisiensi sumber daya.
Mengamankan aset yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup:
perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file
data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Integritas data
merupakan data yang memenuhi aspek kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian,
dan ketelitian.
Data yang berintegritas merupakan langkah awal
yang penting untuk mendapatkan hasil yang akurat. Sistem informasi dikatakan
efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Sistem informasi
harus memberikan output berupa informasi yang diperlukan oleh pemegang
keputusan. Penilaian efektivitas mengukur apakah kinerja sistem layak
dipertahankan, harus ditingkatkan atau perlu dimodifikasi, atau sistem sudah
usang, sehingga harus ditinggalkan dan dicari penggantinya. Efisiensi sistem
informasi juga harus diukur untuk menghasilkan output yang diharapkan dengan
sumber daya yang seminimal mungkin.
2. Tugas : Kasus karena tidak dilakukannya
Audit SI
(1) Mengamankan asset
Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup:
perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data,
dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva –
aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang
pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan
ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat
dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang
tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat
sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang
sangat penting.
(2) Menjaga
integritas data
Integritas data
merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data
memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness),
kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga
integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan
benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah
sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.
(3) Menjaga
efektivitas sistem
Sistem informasi
dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk
menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai
kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan
layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan
laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui
karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
(4) Mencapai
efisiensi sumber daya
Suatu sistem
sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan
sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang
dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada
lagi kapasitas sistem yang menganggur.
Dari alasan dan
tujuan tersebut sangat jelas bahwa penting bagi sebuah organisasi untuk
melakukan audit sistem informasi guna melihat kembali apakah sistem yang
berjalansudah tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya
tujuan organisasi.
Terlihat mudah
namun percaya atau tidak penulis menemukan masih banyak organisasi yang belum
dengan secara konsisten melakukan audit serta evaluasi terhadap sistem yang
digunakan meskipun secara sadar bahwa investasi yang ditanamkan tidak dalam
jumlah yang kecil, namun ironisnya yang justru terjadi adalah audit dan
evaluasi baru mulai secara rutin dilakukan setelah organisasi merasakan resiko
dan baru mulai mencari tahu penyebabnya.
3. Artikel : Analisis Risiko
1. Umum
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk
membedakan risiko minor yang dapat diterima dari risiko mayor, dan untuk
menyediakan data untuk membantu evaluasi dan penanganan risiko. Analisis risiko
termasuk pertimbangan dari sumber risiko, dan konsekuensinya. Faktor yang
mempengaruhi konsekuensi dapat teridentifikasi. Risiko dianalisis dengan
mempertimbangkan estimasi konsekuensi dan perhitungan terhadap program
pengendalian yang selama ini sudah dijalankan.
Analis pendahuluan dapat dibuat untuk
mendapatkan gambaran seluruh risiko yang ada. Kemudian disusun urutan risiko
yang ada. Risiko-risiko yang kecil untuk sementara diabaikan dulu. Prioritas
diberikan kepada risiko-risiko yang cukup signifikan dapat menimbulkan
kerugian.
Menetapkan/ Determinasi Pengendalian
Yang Sudah Ada
Identifikasi manajemen, sistem teknis dan
prosedur-prosedur yang sudah ada untuk pengendalian risiko, kemudian dinilai
kelebihan dan kekurangannya. Alat-alat yang digunakan dinilai kesesuainnya.
Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan misalnya, seperti inspeksi dan
teknik pengendalian dengan penilaian sendiri/ professional judgement (Control
Self-Assessment Techniques/ CST).
4. Tugas : Manajemen tahapan analisis risiko
Risiko merupakan situasi
yang tidak menentu mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dalam
memutuskan segala kemungkinan yang dipikirkan pada masa ini. Sementara itu
manajemen risiko adalah upaya rasional yang bertujuan untuk meminimalkan
probabilitas kerugian dari risiko yang sedang dihadapi. Dalam menanggulanginya
perlu adanya analisis risiko.
Analisis risiko
adalah metode untuk mengukur dan mengidentifikasi variabel yang bisa mengancam
atau mencederai sebuah kesuksesan sebuah acara, proyek, rencana, program maupun
bisnis dalam meraih tujuan.
Selain itu analisis
risiko juga merupakan cara analisis yang terdiri dari aspek pengukuran,
klasifikasi, komunikasi, kebijakan dan manajemen yang berhubungan dengan risiko
yang sedang dihadapi.
Metode analisis
resiko bisa digunakan untuk mencegah segala alasan, faktor dan variabel yang
bisa menghalangi sebuah aksi dalam mencapai tujuan yang diinginkan oleh
individu, organisasi maupun kelompok.
5. Artikel : Jenis Standar panduan Audit SI
Standar Audit SI tidak lepas dari standar
professional seorang yang auditor SI. Standar professional adalh ukuran mutu
pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi
dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. Standar profesional adalh batasan
kemampuan (knowledge, technical skill and professional attitude) minimal yang
harus dikuasai oleh seseorang aturan-aturannya dibuat oleh organisasi profesi
yang bersangkutan.
6. Tugas : Contoh kasus Audit SI
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota
Tasikmalaya termasuk pada klasifikasi Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan.SIMRS
pada RSUD Kota Tasikmalaya sudah didukung oleh Teknologi Informasi (TI) berupa
infrastruktur (perangkat komputer, server dan jaringan), sistem aplikasi
beserta basis data. Sistem aplikasi yang sudah digunakan terbatas pada lingkup
sistem untuk pelayanan kesehatan terhadap pasien, terutama sistem administrasi
pembayaran. Dari hasil studi pendahuluan ditemukan bahwa sistem aplikasi
untuk pelayanan kesehatan terhadap pasien di RSUD Kota Tasikmalaya masih
terkendala oleh lambatnya proses Sistem Informasi (SI) yang menyebabkan pasien
harus menunggu lama dalam memperoleh layanan. Lamanya proses SI sering menyebabkan
pasien harus antri cukup lama dalam memperoleh layanan. Layanan data dari SI
juga sering dikeluhkan pasien karena ketidaksesuain dengan tagihan yang
dikenakan kepada pasien saat membayar di kasir. Penyebab terjadinya kesalahan
dan keterlambatan pemrosesan yang ada pada SI tersebut belum diketahui dengan
pasti.
Guna membuat rekomendasi pengembangan SI
dibutuhkan pengetahuan mengenai tingkat kematangan SIMRS saat ini di RSUD Kota
Tasikmalaya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa RSUD Kota Tasikmalaya dituntut untuk melakukan audit SIMRS, terutama pada
lingkup sistem pelayanan kesehatan terhadap pasien. Atas dasar itu, solusi yang
ditawarkan adalah audit sistem informasi menggunakan framework COBIT 4.1. Alasan dipilihnya
framework COBIT 4.1, karena memberikan gambaran paling detil mengenai strategi
dan kontrol dalam pengaturan proses teknologi informasi yang mendukung
keselarasan strategi bisnis dan tujuan teknologi informasi. Bagi auditor, manfaat
COBIT 4.1 adalah membantu dalam mengidentifikasi isu-isu kendali TI dalam
infrastruktur TI perusahaan. Hal ini juga membantu auditor dalam memverifikasi
temuan audit. Penentuan ruang
lingkup audit dilakukan dengan cara mengidentifikasi tujuan strategi RSUD Kota
Tasikmalaya melalui implementasi Balanced Scorecard.
Setelah mengetahui
tingkat kematangan dari proses TI COBIT 4.1 yang menjadi cakupan audit,
selanjutnya dilakukan analisis kondisi yang terjadi dari masing-masing atribut
kematangan. Analisis kondisi dilakukan dengan cara wawancara dan observasi
langsung, dimana peneliti mengadakan pengamatan langsung ke lapangan untuk
memperoleh data atau informasi yang akurat mengenai kondisi SIMRS yang
diimplementasikan RSUD Kota Tasikmalaya. Sebagai tindak lanjut
dari pendefinisian usulan rekomendasi perbaikan, perlu dilakukan pedoman
pengawasan dalam bentuk indikator pengukuran. Hal ini diperlukan untuk
mengetahui sejauh mana proses peningkatan kematangan sudah dilakukan. Adanya penelitian lain
mengenai audit SIMRS menggunakan metode Balanced Scorecard(BSC) dengan
perspektif lainnya (keuangan, proses bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan)
sehingga cakupan audit (proses TI terpilih COBIT 4.1) menjadi lebih luas.
7. Artikel : Format pelaporan Audit
1.Karakteristik Laporan Hasil Audit SI
yang Baik
Laporan hasil pemeriksaan hendaknya
mempunyai makna penting dan sungguh – sungguh diperlukan dan hasilnya
bermanfaat bagi pimpinan, auditee ataupun auditor itu sendiri.
Laporan hasil audit disusun dan
didistribusikan tepat waktu.
}Ketepatan dan kecukupan bukti pendukung
}Temuan yang dicantumkan pada laporan hasil pemeriksaan
mempunyai sifat meyakinkan.
}Laporan disajikan jelas dan sederhana
}Laporan disajikan secara ringkas dengan bahasa yang lugas
dan lengkap.
}Laporan hasil pemeriksaan harus menyajikan temuan dan
rekomendasi dengan nada konstruktif.
A.Penyajian Intisari Hasil Audit
Memuat hal –
hal :
Temuan dan
kesimpulan secara singkat dan jelas.
Saran dan
rekomendasi (gunakan kalimat yang singkat dan jelas, gunakan kata – kata yang
sederhana dan tidak bersifat teknis,gunakan sub judul, garis bawahi ungkapan
yang penting,memberikan motivasi)
B.Penyajian Uraian Hasil Audit
Informasi
Umum, disajikan dengan tujuan untuk menyediakan informasi bagi pembaca tentang
program atau kegiatan yang diaudit dan sifat audit
Dibagi
menjadi beberapa sub bagian yaitu informasi mengenai sifat kegiatan audit,
informasi tentang kegiatan yang diaudit,pernyataan2 pengimbang,informasi sifat
kegiatan audit.
Informasi
Sifat Audit
}Sifat audit (audit keuangan,audit operasional, atau audit
khusus).
}Ruang lingkup audit,periode
}Penjelasan keterbatasan dan ungkapan bila ada pembatasan
}Lokasi audit
}Tahapan Analisis Risiko
Analisis risiko adalah elemen dari manajemen
risiko yang didalamnya memiliki tahapan, berikut diantaranya:
Pertama
adalah mengenali dan memikirkan segala probabilitas dari sebuah kejadian,
peristiwa dan kondisi dari yang paling buruk mulai dari sisi internal dan
eksternal.
Pastikan
keterkaitan antara sebab akibat dengan skala, peluang kejadian dan
probabilitas efeknya.
Evaluasi
segala efek yang ada di bawah anggapan dan kemungkinan yang berbeda.
Implementasikan
metode kuantitatif dan kualitatif untuk meminimalkan kemungkinan bahaya
lain dari biaya yang membengkak, kerugian, kecelakaan dsb.
8. Tugas : Contoh pelaporan Audit
Laporan Audit Independen
Yth.
Direksi dan Dewan Komisaris
PT. Sejahtera Jaya Bahagia
Jl. Cikalang Girang No. 12a
MADIUN
Kami telah mengaudit neraca PT Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2019 dan 2020 dan
laporan rugi-laba, perhitungan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah
tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada
pernyataan pendapat atas laporan keuangan tersebut berdasarkan proses audit
yang kami lakukan.
Kami melaksanakan auditing berdasarkan standar
auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut
mewajibkan kami untuk merencanakan dan melaksanakan auditing agar kami
memperloleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah
jadi yang material. Suatu proses audit meliputi pemeriksaan atas dasar
pengujian, bahan bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam
laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akuntansi yang
digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen perusahaan,
serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami
yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami
sebut di atas tersaji secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan PT. Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2019 dan 2020, dan
hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Desain grafis dan animasi adalah bidang ilmu yang
mempelajari komunikasi visual. Ruang lingkup desain grafis dan animasi adalah
desain yang mengkomunikasikan informasi dan pesan yang ditampilkan dengan
menggunakan dan memadukan elemen rupa, huruf, dan citra sebagai bahasa untuk
berkomunikasi secara visual dengan khalayak sasaran yang spesifik. Pada
perancangan dan pembuatan animasi ini,
penulis membuat animasi bertema kesehatan menggunakan software Microsoft Office Power
Point. Dan untuk perancangan desain grafis yang juga bertema kesehatan,
menggunakan softraware Adobe Photoshop. Animasi dan desain grafis ini dibuat
dalam rangka memenuhi tugas penulis pada mata kuliah Pengantar Animasi dan
Desain Grafis.
ABSTRACK
Graphic design and
animation are fields that discuss visual communication. Graphic and graphic
space is a design that communicates information and messages that support and
integrate elements, letters and images as a language to communicate visually
with specific target audiences. In the design and manufacture of this
animation, the author makes health-themed animation using Microsoft Office
Power Point software. And for graphic design designs that are also
health-themed, use Adobe Photoshop software. This animation and graphic design
was created in order to fulfill the writer's task in the Introduction to
Animation and Graphic Design.
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Desain grafis dan animasi adalah bidang ilmu yang
mempelajari komunikasi visual. Ruang lingkup desain grafis dan animasi adalah
desain yang mengkomunikasikan informasi dan pesan yang ditampilkan dengan
menggunakan dan memadukan elemen rupa, huruf, dan citra sebagai bahasa untuk
berkomunikasi secara visual dengan khalayak sasaran yang spesifik. Desain
grafis dan animasi merupakan lahan profesi bergengsi yang makin diminati kaum
muda saat ini karena peluang untuk bekerja begitu besar dengan gaji dan fasilitas
yang baik, kesempatan berwirausaha pun terbuka luas. Teknologi komputer yang
makin canggih membuat dunia desain grafis dan animasi kian marak. Ide-ide
kreatif dapat dituangkan tanpa batas dalam merancang berbagai media komunikasi
visual, seperti brosur, iklan, poster, website, kemasan, sign, film animasi.
Animasi komputer dan desain grafis adalah seni
menghasilkan gambar bergerak sendiri melalui penggunaan komputer dan merupakan
sebahagian bidang komputer grafik dan animasi. Animasi semakin banyak dihasilkan
melalui grafik komputer 3D, walaupun grafik komputer 2D masih banyak ada.
Kadangkala sasaran animasi adalah komputer itu sendiri, kadangkala sasarannya
adalah perantaraan lain, seperti film. Perkembangan teknologi komputer dibidang
desain grafis dan animasi pada saat ini berjalan sangat cepat dalam berbagai
bidang. Animasi begitu dikenal dalam bidang perfilman, terutama dunia
anak-anak. Akan tetapi, sekarang animasi tidak hanya digunakan dalam dunia
hiburan seperti pembuatan film dan permainan, tetapi juga dalam pembuatan
desain web dan dunia pendidikan. Pada perancangan dan pembuatan animasi ini,
penulis membuat animasi bertema kesehatan menggunakan software Microsoft Office Power
Point. Dan untuk perancangan desain grafis yang juga bertema kesehatan, menggunakan
softraware Adobe Photoshop. Animasi dan desain grafis ini dibuat dalam rangka
memenuhi tugas penulis pada mata kuliah Pengantar Animasi dan Desain Grafis.
1.2 Tujuan
Berdasarkan latar
belakang diatas, penulis bertujuan untuk membuat animasi dan desain grafis
bertema kesehatan dalam rangka memenuhi tugas penulis pada mata kuliah
Pengantar Animasi dan Desain Grafis. Juga untuk menambah wawasan mengenai
perancangan dan pembuatan animasi dan desain grafis.
1.3 Manfaat
Berdasarkan tujuan
diatas, manfaat penulisan ini untuk memenuhi tugas penulis pada mata kuliah
Pengantar Animasi dan Desain Grafis. Juga menambah wawasan mengenai perancangan
dan pembuatan animasi dan desain grafis.
2. Pembahasan
2.1 Animasi
Animasi berasal dari bahasa latin, Anima yang berarti
memberi nyawa, hidup, jiwa dan semangat. Animasi sendiri memiliki arti sebagai
seni memanipulasi gambar menjadi seolah-olah hidup dan bergerak. Animasi juga merupakan
sekupulan beberapa gambar yang dirangkai, dengan pergerakan yang cepat dan
berkelanjutan atau terus-menerus memiliki hubungan antara satu dengan yang
lainnya.
Penjelasan animasi sebagai dasar sebuah seni dalam
mempelajari gerakan suatu objek, dan gerakan merupakan sesuatu hal yang paling
diutamakan agar suatu objek atau karakter dapat terlihat nyata. Gerakan
memiliki hubungan yang erat dalam pengaturan waktu dalam animasi (Maestri
& Adindha, 2006).
Menurut Vaughan (2004), animasi
adalah usaha untuk membuat presentasi statis menjadi hidup. Animasi merupakan
sebuah perubahan visual sepanjang waktu yang memberi kekuatan besar terhadap
proyek multimedia dan halaman web yang dibuat. Di dalam multimedia, animasi
merupakan penggunaan dari komputer untuk menciptakan gerakan pada layar.
Kesimpulan dari pengertian animasi yang sudah ada bahwa, animasi mewujudkan
suatu teknik untuk menciptakan sebuah karya audio dan visual yang berdasarkan
pada pengaturan waktu dan gambar. Berikut ini jenis - jenis animasi yang banyak
digunakan dalam industri hiburan:
2.1.1 Animasi
Sel (Cell Animation)
Kata "cell" berasal dari kata
"celluloid", yang merupakan material yang digunakan untuk membuat
film gambar bergerak pada saat awal. Sekarang, material film dibuat dari asetat
(acetate), bukan celluloid. Potongan animasi dibuat pada sebuah potongan asetat
atau sel (cell). Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang
membentuk sebuah frame animasi tunggal. Sel animasi merupakan sel yang terpisah
dari lembaran latar belakang dan sebuah sel untuk masing-masing obyek yang
bergerak secara mandiri di atas latar belakang.
Lembaran-lembaran ini memungkinkan animator untuk
memisahkan dan menggambar kembali bagian-bagian gambar yang berubah antara
frame yang berurutan. Sebuah frame terdiri dari sel latar belakang dan sel di
atasnya. Misalnya seorang animator ingin membuat karakter yang berjalan,
pertama-tama dia menggambar lembaran latar belakang, kemudian membuat karakter
akan berjalan pada lembaran berikutnya, selanjutnya membuat membuat karakter
ketika kaki diangkat dan akhirnya membuat karakter kaki dilangkahkan. Di antara
lembaran-lembaran (frame-frame) dapat disipi efek animasi agar karakter
berjalan itu mulus. Frame-frame yang digunakan untuk menyisipi celah-celah
tersebut disebut keyframe. Selain dengan keyframe proses dan terminology
animasi sel dengan layering dan tweening dapat dibuat dengan animasi komputer.
2.1.2 Animasi
Bingkai (Frame Animation)
Animasi bingkai adalah bentuk animasi yang sederhana
memucat. Pada komputer multimedia, animasi Buku nihil menampilkan sebuah gambar
yang berurutan secara cepat. Antara gambar satu (frame satu) dengan artikel
baru gambar lain (bingkai lain) berbeda.
2.1.3 Animasi
Sprite (Sprite Animasi)
Sprite beranimasi dan
bergerak sebagai obyek yang mandiri. Dalam animasi sprite, sebuah gambar
tunggal atau berurutan dapat ditempelkan. Dalam sprite dapat dianimasikan.
Dalam satu klien untuk membuka posisi, seperti halnya planet berputar atau
burung bergerak sepanjang garis lurus.
2.1.4 Animasi
Path ( Path Animasi)
Animasi path adalah animasi dari objek yang
gerakannya mengikuti garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis
ini adalah animasi kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel. Biasanya
dalam animasi path diberi perulangan animasi, sehingga animasi terus berulang
hingga mencapai kondisi tertentu. Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini
didapatkan dengan teknik animasi path, teknik ini menggunakan layer tersendiri
yang didefinisikan sebagai lintasan gerakan objek.
2.1.5 Animasi
Spline (Spline Animasi)
Spline adalah
representasi matematis dari kurva. Objek bergerak biasanya tidak mengikuti
garis lurus, misalnya bentuk kurva, program animasi komputer memungkinkan untuk
membuat animasi spline dengan lintasan gerak berbentuk kurva.
2.1.6 Animasi
Vektor (Vector Animasi)
Animasi vektor adalah
animasi yang menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan objeknya. Setiap
objek dalam animasi vektor bergerak secara mandiri dengan latar belakang yang
diam (hampir sama dengan animasi sprite).
2.1.7 Animasi
Clay (Clay Animasi)
Animasi ini sering
disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan
boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakkan perlahan-lahan,
kemudian setiap gerakan boneka-boneka tersebut difoto secara beruntun, setelah
proses pemotretan selesai, rangkaian foto dijalankan dalam kecepatan tertentu
sehingga dihasilkan gerakan animasi yang unik.
2.1.8 Animasi
Karakter (Character Animation)
Animasi karakter
biasanya digunakan dalam film kartun berbasis 3 dimensi. Pada animasi ini
setiap karakter memiliki ciri dan gerakan yang berbeda tetapi bergerak secara
bersamaan. Dalam pengerjaannya sangat mengandalkan computer, hanya pada
pemulaan saja menggunakan teknik manual, yaitu pembuatan sketsa model atau
model patung yang nantinya di-scan dengan Scanner biasa atau 3D Scanner.
Setelah itu proses pembuatan objek dilakukan di computer menggunakan perangkat
lunak 3D modelling and animation (Maya Unlimited, 3ds max dan lain sebagainya).
Setelah itu dilakukan editing video, penambahan special efek dan suara
menggunakan perangkat lunak terpisah. Ada juga beberapa animasi dengan teknik
ini yang menggunakan alam nyata sebagai latar cerita animasi tersebut.
2.1.9 Animasi
Digital (Digital Animation)
Animasi digital adalah
penggabungan teknik cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan computer. Gambar yang
sudah dibuat dengan tangan kemudian dipindahkan, diwarnakan, dikenakan
pergerakan, dan diberi efek dalam computer, sehingga animasi boleh didapati
lebih hidup tetapi tidak meninggalkan identitinya sebagai animasi 2 dimensi.
2.2 Desain Grafis
Motion graphic adalah
pengembangan dari seni desain grafis. Desain Grafis adalah salah satu bentuk
seni terapan yang mengkomunikasikan pesan, informasi, ide, konsep, atau ajakan
menggunakan bahasa visual. Penerapan desain grafis umumnya ada di dalam dunia
periklanan, perfilman, broadcasting, branding, profil perusahaan, dan
lain-lain. Desain grafis juga merupakan pemecahan masalah atau solusi
komunikasi yang dilakukan desainer untuk memecahkan masalah klien.
Desain grafis mencakup keterampilan mengolah visual,
yang didalamnya termasuk tipografi, ilustrasi, fotografi, olah digital, dan
layout. Seorang desainer dituntut memiliki kepekaan terhadap fenomena yang
terjadi di sekitar lingkungan, agar karya yang diciptakan mampu memecahkan
sebuah masalah yang ada. Sebelum mengeksekusi sebuah desain, para desainer
biasanya melakukan sebuah riset atau penelitian tertentu. Setelah itu, untuk
menemukan berbagai macam keywords (kata kunci), desainer melakukan
brainstorming, mengenai data hasil riset yang sudah dilakukan. Kebanyakan
desainer, sebelum mengeksekusi desain lewat proses komputerisasi, terlebih
dahulu menuangkan ide-idenya lewat sketsa- sketsa kasar di atas kertas. Proses
desain juga melalui beberapa revisi untuk mencapai target yang diinginkan
klien.
Berikut ini beberapa
jenis - jenis desain grafis yakni:
1. Desain
Grafis 2 Dimensi
Desain grafis yang terlihat tidak timbul
(kurang terlihat nyata), contohnya spanduk berisi tulisan biasa, tulisan biasa
yang tertulis pada bidang apapun, gambar persegi, gambar lingkaran, dll.
2. Desain
Grafis 3 Dimensi
Desain grafis yang terlihat timbul
(terlihat nyata), contohnya spanduk dengan gambar foto nyata, gambar atau
tulisan yang nampak timbul, gambar balok, kubus, bola, dll.
3. Desain
Grafis Multimedia
Desain grafis yang bisa dinikmati oleh
beberapa indera, seperti penglihatan sekaligus suara, contoh desain grafis
multimedia lama adalah wayang kulit ketika dimainkan, contoh desain grafis
multimedia terbaru adalah film kartun atau film animasi.
Proses Pembuatan Desain Grafis terdiri dari Ide /
Konsep, Proses Pembuatan (metode) dan Hasil Desain. Komputer untuk pengerjaan
Animasi dan Desain Grafis membutuhkan software untuk mengolah animasi dan
desain grafis berdasarkan animasi dan desain grafis yang akan dibuat. software
pengolah gambar & foto seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, Photo editor, Adobe
Illustrator, dll. Software untuk Desain Website (webdesign) seperti Adobe
Dreamweaver, Adobe Photoshop, Microsoft Frontpage, Notepad, dll. Software untuk
Desain Multimedia / Audio Visual seperti Microsoft Office Power Point, Adobe
After Effect, Adobe Premier, Adobe Flash, dll. Software untuk membuat Desain
Grafis 3 Dimensi seperti 3D StudioMax, AutoCad, Google SketchUp, Light Wave, Blender,
dll.
3. Pembahasan
4.1 Animasi
Langkah-langkah untuk membuat animasi bertema
kesehatan menggunakan software Microsoft Office Power Pointuntuk memenuhi tugas Pengantar Animasi &
Desain Grafis, Kelompok 1 sebagai berikut:
3.1.1 Tambahkan background pada animasi
3.1.2 Tambahakangambar pada backgroundanimasi
3.1.3 Tambahakan character pada animasi
3.1.4 Tambahkancallout pada animasi
3.1.5 Tambahakan tulisan pada callout di animasi
mengunakan efek draw
3.1.6 Tambahakan background
pada animasi
3.1.7 Pemberian tulisan di background megunkan
efek move in smooth
3.1.8 Karakter animasi di tambahkan
3.1.9 Perpindahan animasi character mengunakan
morph pada character 1
3.1.10Perpindahan
animasi character mengunakan morph pada character 2
3.1.11Tambahkan
background pada animasi
3.1.12Buat
animasi tulisan menggunakan efekmove in
overshoot
3.1.13 Gambar di tambahkan di
animasi
3.1.14 Gambar di tambahkanlagi di animasi
3.1.15Tambahakanbackground pada animasi
3.1.16Pemberian
tulisan pada animasi mengunakan efek move in bonuce
3.1.17 Gambar di tambahkan pada
animasi
3.1.18Perpindahan
gambar mengunakan morph pada gambar 1
3.1.19 Tambahakanbackground pada animasi
3.1.20 Tambahakn tulisan pada
animasi mengunakan efek fade in
3.1.21Tanmbahkan
gambar pada animasi
3.1.22Perpindahan
gambar mengunakan morph pada gambar 1
3.1.23Perpindahan
gambar mengunakan morph pada gambar 2
3.1.24Tambahkanbackground pada animasi
3.1.25 Pemberian tulisan pada
animasi di kasih warna menggunakan efek draw
3.1.26Pemberian
tulisan pada animasi di kasih warna menggunakan efek move in smoth
3.1.27Pemberian
tulisan pada animasi di kasih warna menggunakan efekmove in bounce
3.1.28Pemberian
logo gambar pada animasi
3.1.29Tambahkan
background pada animasi
3.1.30 Tambahakan gambar pada
animasi
Animasi:
4.2 Desain
Grafis
Langkah-langkah untuk membuat desain grafis bertema
kesehatan menggunakan software Adobe Photoshop untuk memenuhi tugas Pengantar
Animasi & Desain Grafis, Kelompok 1 sebagai berikut:
3.2.1Membuka
Adobe Photoshop, lalu membuat file baru, dan tentukan sendiri ukuran kertas.
3.2.2 Membuat
warna latar belakang dengan yang di inginkan.
3.2.3 Menggabungkan
2 warna background dalam 1 kertas.
3.2.4 Membuat
objek virus, dengan memakai alat bentuk bulat, persegi panjang dan lonjong.
3.2.5 Selanjutnya,
membuat bercak-bercak virus.
3.2.6 Menambahkan
bentuk persegi panjang dengan sisi melengkung, untuk menjadi latar sebuah
tulisan.
3.2.7 Lalu
membuat sebuah tulisan dengan posisi di tengah.
3.2.8 Selanjutnya,
membuat sebuah bentuk persegi panjang dengan sisi melengkung, untuk menjadi
latar sebuah tulisan.
3.2.9 Hasil
akhir.
4. Penutup
4.1 Kesimpulan
Animasi berasal dari
bahasa latin, Anima yang berarti memberi nyawa, hidup, jiwa dan semangat.
Animasi sendiri memiliki arti sebagai seni memanipulasi gambar menjadi
seolah-olah hidup dan bergerak. Penjelasan animasi sebagai dasar sebuah seni
dalam mempelajari gerakan suatu objek, dan gerakan merupakan sesuatu hal yang
paling diutamakan agar suatu objek atau karakter dapat terlihat nyata. Di dalam
multimedia, animasi merupakan penggunaan dari komputer untuk menciptakan
gerakan pada layar. Potongan animasi dibuat pada sebuah potongan asetat atau
sel (cell). Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang membentuk
sebuah frame animasi tunggal. Sebuah frame terdiri dari sel latar belakang dan
sel di atasnya. Di antara lembaran-lembaran (frame-frame) dapat disipi efek
animasi agar karakter berjalan itu mulus. Animasi bingkai adalah bentuk animasi
yang sederhana memucat. Pada komputer multimedia, animasi Buku nihil
menampilkan sebuah gambar yang berurutan secara cepat. Dalam animasi sprite,
sebuah gambar tunggal atau berurutan dapat ditempelkan. Dalam satu klien untuk
membuka posisi, seperti halnya planet berputar atau burung bergerak sepanjang
garis lurus. Animasi path adalah animasi dari objek yang gerakannya mengikuti
garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis ini adalah animasi
kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel. Spline adalah representasi
matematis dari kurva. Objek bergerak biasanya tidak mengikuti garis lurus,
misalnya bentuk kurva, program animasi komputer memungkinkan untuk membuat
animasi spline dengan lintasan gerak berbentuk kurva. Animasi vektor adalah
animasi yang menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan objeknya. Animasi
ini sering disebut juga animasi doll (boneka). Pada animasi ini setiap karakter
memiliki ciri dan gerakan yang berbeda tetapi bergerak secara bersamaan.
Setelah itu dilakukan editing video, penambahan special efek dan suara
menggunakan perangkat lunak terpisah. Animasi digital adalah penggabungan
teknik cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan computer.
Desain Grafis adalah
salah satu bentuk seni terapan yang mengkomunikasikan pesan, informasi, ide,
konsep, atau ajakan menggunakan bahasa visual. Penerapan desain grafis umumnya
ada di dalam dunia periklanan, perfilman, broadcasting, branding, profil
perusahaan, dan lain-lain. Desain grafis mencakup keterampilan mengolah visual,
yang didalamnya termasuk tipografi, ilustrasi, fotografi, olah digital, dan
layout. Sebelum mengeksekusi sebuah desain, para desainer biasanya melakukan
sebuah riset atau penelitian tertentu.
4.2 Saran
Animasi
dan desain grafis dapat dikembangkan baik segi audio dan visualisasi agar dapat
menghasilkan animasi dan desain grafis yang sesuai dengan konsep.
DAFTAR
PUSTAKA
Kristin Novia Johannis, O. H. (2016). PUSAT ANIMASI
DAN DESAIN GRAFIS DI MANADO (ILUSIONISME DALAM ARSITEKTUR). 1-11.